Beauty Standard Datangnya Darimana?
Kenapa di dunia ini ada beauty standard? Kenapa beauty standard di berbagai belahan dunia itu berbeda-beda? Di suatu negara, laki-laki dianggap good looking ketika mempunyai garis wajah yang strong dan maskulin untuk menunjukkan bahwa ia capable. Perempuan dianggap menawan ketika mempunyai lekukan tubuh yang indah. Orang-orang dianggap tampan atau cantik jika mempunyai wajah yang simetris.
Darimana asalnya pandangan ini ada?
Dari sudut pandang evolutionary science, kala itu orang yang punya wajah asimetris merupakan tanda dari adanya penyakit atau infeksi parasit ketika tumbuh. Makanya, orang yang punya wajah simetris menandakan kesehatan dan fertilitas.
Orang yang tertarik kepada good-looking people cenderung punya keturunan yang lebih sehat. Dan pattern ini berlangsung sampai sekarang, ribuan generasi kemudian.
Ketika makanan itu langka, orang yang gendut menjadi beauty standard, karena menunjukkan kekayaan dan kemakmurannya. Tapi sekarang, standarnya menjadi orang yang langsing karena makanan yang berkalori tinggi itu murah, sedangkan makanan sehat lebih mahal.
Orang yang berkulit terang dianggap lebih menarik, terutama di Asia, karena mereka tidak perlu bekerja di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Sementara di barat, orang yang berkulit tan menjadi beauty standard karena mereka dianggap bisa liburan ke negara-negara yang bermatahari terik.
Kesimpulan?
Awalnya beauty standard ini tercipta karena bertujuan untuk mendapatkan keturunan yang sehat. Tapi lama-kelamaan, beauty standard ini menjadi sinyal bahwa orang tersebut kaya dan berkelas.
Halo effect juga berperan penting, ketika orang good looking diperlakukan lebih baik.
Jadi, mengikuti beauty standard akan meningkatkan chance survivabilitas kita sebagai manusia.