Dopamine Fracking

Dopamine Fracking adalah istilah yang diciptakan oleh igerman tentang bagaimana mengekstraksi hal yang sebelumnya sangat kompleks, kaya, dan penuh keunikan menjadi perasan murni berisi dopamin, tanpa ada hal lainnya yang dibawa selain dopamin.

Mari kita lihat satu contoh ini: stroberi. Stroberi itu punya bentuk dan rasa yang kaya. Ada yang warnanya pink, merah, putih. Ada yang manis, ada yang asem. Ada yang juicy, ada yang keras. Setiap gigitan stroberi itu memberikan cita rasa yang khas dan berlapis.

Setelah itu, kau mencoba untuk mereplikasi rasa dari stroberi secara sintetis. Kau melakukan riset senyawa apa yang bisa menghasilkan aroma dan rasa yang sama seperti stroberi, lalu membuatnya viable untuk dikomersilkan dan diproduksi secara masif. Produksi jauh lebih murah dan cepat dibandingkan menanam tanaman stroberi, lalu menunggu lama untuk memanennya. Hasilnya? Produkmu memang memberikan dopamine hit dari rasa stroberi tersebut, tapi tidak dengan kekayaan rasa dari stroberi asli. Kau kehilangan rasa unik yang berlapis yang hanya bisa didapatkan dari buah stroberi yang bermacam-macam rasanya itu.

Dopamine fracking ini terjadi ke kultur, hobi, dan bahkan hubungan. Kadang-kadang, kita prefer sesuatu yang lebih sintetis dibanding yang aslinya.

Intinya adalah, kita harus lebih conscious tentang apa yang bisa memberikan kita dopamine hit. Lebih sadar bahwa apa yang kita konsumsi selama ini mungkin adalah hal sintetis yang memang sengaja dibuat untuk membuat kalian captivated. Setting boundaries tentang apa yang mau kau consume dan tidak consume. Uninstalling media sosial, atau memilih konten apa yang mau dikonsumsi itu juga pilihan.