Economy Terms
- Tax ratio = proporsi pendapatan pajak kepada GDP, yang menunjukkan seberapa banyak kontribusi tax kepada GDP.
- Private sector = sebuah entitas (perusahaan, perorangan, atau organisasi bisnis) milik swasta, bukan pemerintah.
- Fiskal = berasal dari kata Latin “fiscus” yang artinya “kas negara”, merujuk pada keuangan negara, termasuk pendapatan, pengeluaran, dan pengelolaan anggaran publik.
- Kebijakan fiskal = strategi pemerintah untuk memengaruhi perekonomian.
- Defisit ekonomi adalah selisih dari pengeluaran pemerintah (perbelanjaan) dan pemasukan pemerintah (seperti pajak)
- Gross Domestic Products (GDP) = nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara. Pada 2023 GDP Indonesia adalah Rp 20k triliun, dengan sekitar ~60% kontribusi dari private sector.
- Inflasi adalah seberapa cepat kenaikan harga barang. Ini bisa terjadi karena demand yang semakin banyak sementara supplynya konstan atau menurun. Supply yang menurun bisa disebabkan banyak hal, salah satunya adalah bencana alam yang merusak hasil panen.
Inflasi juga bisa ngetrigger perputaran ekonomi. Karena harga semakin naik, itu akan membuat orang-orang lebih condong untuk ngespend duitnya dibanding nyimpen duitnya, yang akhirnya dapat meningkatkan sirkulasi uang, membantu pertumbuhan ekonomi. Asal jangan hyperinflation.
- Deflasi adalah kenaikan nilai mata uang. Menurunkan harga, menaikkan purchasing power, tapi menghambat pengeluaran dan investasi karena bisa ngetrigger deflanatiory spiral:
- harga turun, masyarakat expect harga akan semakin turun, akhirnya tidak belanja dan perekonomian ngestuck. Harga makin turun.
- bisnis melemah karena demand turun. akhirnya cut production cost.
Source video: https://www.youtube.com/watch?v=Zk7meVzqayM
Random facts:
- Jaman pak SBY, tax ratio sekitar 11% karena private sectornya mendominasi, jokowi 10,5% karena BUMN lebih mendominasi.
- Transfer ke daerah dipotong padahal otonomi daerah dan tidak dinaikkan. Karena beliau mau melihat dulu perbaikan dari daerah dalam hal perbelanjaan untuk pertumbuhan ekonomi. Dalam triwulan pertama dan kedua, pastiin sudah lebih pandai mengelola keuangan, tidak ada bocor dll, nanti kembali lagi ke saya.
- Otonomi daerah ada untuk mengelola keuangan daerahnya, karena otonomi daerah lebih mengetahui kebutuhan daerahnya dibanding pusat. Tapi ternyata banyak macet dan bocor, seakan mereka benar-benar tidak tau. Makanya kenaikan dihold.
- Defisit ekonomi indonesia rendah, hanya 3%, masih terkendali. Debt ratio di bawah 40%. Debt ratio masih aman, negara-negara eropa mendekati 100%, amerika > 100%, jepang 240%,
Economic growth != stronger currency
Indonesia punya inflation yang moderate, sekitar 5%. Itu artinya demand lebih banyak daripada supply.
Currency yang melemah itu ada benefitnya juga, export lebih murah dan lebih kompetitif.