Food Estate
Food estate (lumbung pangan) adalah awalnya rencana Soeharto. Food estate ini digaungkan akan menjadi ketahanan pangan nasional. Fungsinya untuk mengantisipasi krisis pangan.
Tapi proyek ini selalu gagal. Misinya adalah dengan mencetak lahan-lahan baru menjadi sawah di atas lahan gambut. Sampe ke jaman SBY dan Jokowi, ini masih belum jadi, padahal udah ratusan trilion digelontorkan.
Prabowo targetin 2027 kita mencapai swasembada pangan. Swasembada adalah kondisi dimana at least 90% kebutuhan pangannya diproduksi dalam negeri.
Kenapa food estate selalu gagal?
Karena hasil panennya jauh dibawah rata-rata nasional. Tidak produktif. Produktivitas beras hanya 2.7 - 3.2 ton beras per hektare. Rata-rata nasional itu 5.2 ton per hektare.
Lahan yang dibebaskan untuk membuka pertanian baru adalah kawasan hutan (deforestasi gambut). Merusak lingkungan.
Ini juga memicu konflik dengan warga sekitar, memperparah konflik tenurial (hak dan kepemilikan lahan). Ini juga minim partisipasi masyarakat dalam perencanaan lokal.