Kenapa Orang Indonesia Buang Sampah Sembarangan?
Rata-rata sistem pengolahan sampah di rumah-rumah di Indonesia tidak seperti rumah-rumah yang di komplek atau cluster yang pemilik rumahnya tinggal menaruh sampah di tempat sampah khusus, lalu ada petugas yang menjemputnya setiap hari.
Di Singapura—dimana tempat tinggal padat secara vertikal—mempunyai pengelolaan sampah yang terstruktur dan mudah dikelola. Sementara itu, rumah-rumah di Jakarta sangat scattered. Terutama rumah-rumah yang berlokasi di gang-gang kecil atau pinggir kali dimana orang menengah-kebawah itu tinggal. Jadi, pengelolaan sampah lebih menantang di Jakarta.
Yang mengambil sampah di rumah kita itu bukan petugas pemerintah, melainkan petugas swasta atau vendor. Petugas pemerintah hanya berwewenang untuk mengoleksi sampah dari tempat-tempat umum seperti pinggir jalan. Pasukan oren yang biasa kita lihat itu kebanyakan adalah petugas dari vendor, bukan pemerintah. Petugas pemerintah juga tidak memilah sampah dengan baik. Meskipun tong sampahnya sudah dipisahkan organik dan anorganik, ujung-ujungnya disatuin lagi di gerobaknya. Percuma saja.
Selain itu, karena yang mengambil sampah di rumah-rumah itu petugas swasta, RT seringkali menarik uang bulanan (misal 50rb) untuk pengelolaan sampah. Untuk orang yang miskin (beneran miskin) itu beban yang sangat berat. Mereka lebih memilih untuk buang sampah di pinggir jalan ketika berangkat kerja, lalu berharap petugas sampah melakukan pickup setiap harinya. Gratis.

Orang yang tinggal di pinggir kali lebih ringan tangannya untuk melempar plastik sampah ke kali dibanding menaruh sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang jauh itu.
Solusinya?
Pemerintah setempat menambah pasukan oren untuk mengambil sampah dari rumah-rumah. Menggajinya dengan layak, setidaknya UMR. Memilah sampah dengan baik (organik dan non-organik).
Gapapa boncos di gaji petugas, tapi gain yang didapatkan dari situ juga banyak. Tidak perlu mengeruk kali yang penuh sampah lagi, tidak perlu sewa alat berat untuk membersihkan kali. Resiko banjir dapat teratasi. Dan masih banyak lagi.
Buatlah akses untuk membuang sampah pada tempatnya itu lebih baik.