- Orang miskin mikir punya banyak anak artinya banyak rezeki, banyak yang bisa bantuin orang tuanya usaha (misal, bertani).
- Ada yang berharap mendapatkan “jackpot” berpikiran bahwa kalau punya banyak anak, minimal salah satunya bisa sukses dan bikin orang tuanya kaya juga. Antisipasi hadiah begini bikin prefrontal cortexnya jadi buta. Good luck sandwich.
- Prefrontal cortex, bagian otak yang responsible untuk berpikir rasional dan risk analysis, kurang terlatih pada kaum rentan itu. Yang ada di pikiran mereka adalah gimana mereka bisa makan hari ini dan besok. Berbeda dengan orang menengah yang punya akses ke pendidikan sejak dini, nggak perlu mikirin gimana bisa makan hari ini, sehingga bisa mikirin 2 tahun kedepan termasuk investasi, inflasi, dan printilan lainnya.
- Kelas menengah kalo mau punya anak banyak banget yang dipikirin. Makin banyak anak makin repot.
- Amygdala—bagian otak yang memanage fear—itu juga berkontribusi memberikan ketakutan dan stress akan masa depan, sehingga fast dopamin selalu jadi solusi.
- Akses ke hiburan yang menghasilkan dopamin itu terbatas. Dan sex itu gratis.
- Negara sudah turun tangan untuk memberikan KB gratis, tapi orang miskin selalu beralasan pake dogma agama.
Source: https://www.youtube.com/watch?v=ywVe-RTy3Vw