Kenapa Tahafut Al-Falasifah Kontroversial?

Tahafut Al-Falasifah artinya kerancuan para filsuf. Isinya adalah kritik kepada para filsuf, konsep-konsep filosofis dan pandangan terhadap alam semesta, kekekalan jiwa, dan hubungan antara agama dan rasionalitas. Ia mengkritik terutama pada Ibnu Sina dan Al-Farabi.

Dalam kitab itu, ada tiga pemahaman yang dikira kafir. Pertama, kritikannya tertuju pada pemahaman bahwa alam semesta ini tanpa permulaan dan selalu ada. Kedua, bahwa tuhan hanya mengetahui perkara-perkara umum, bukan hal yang khusus. Ketiga, bahwa hanya ruh yang akan dibangkitkan di hari akhir.

Kitab ini pernah dianggap sebagai penyebab dari mundurnya islam pada zaman keemasan itu. Tapi itu adalah bias, kata ketua pimpinan Muhammadiyah.

Setelah Al-Ghazali wafat, Ibn Rusyd, filsuf asal Andalusia ini membantah balik Al-Ghazali dan juga Ibn Sina karena keduanya telah salah dalam memahami pemikiran Aristoteles.

Tapi sampe saat ini, kitab Tahafut Al-Falasifah telah menginspirasi banyak filsuf-filsuf besar setelahnya seperti Thomas Aquinas, David Hume, dan lain-lain.