Masa Keemasan Islam
Pada abad pertengahan, ketika Eropa berada di era kegelapan, banyak pengetahuan-pengetahuan yang hilang, penurunan intelektual, kultural, dan politik. Kala itu, agama kristen mendominasi yang membuat masyarakatnya fanatik sehingga memaksa semua orang untuk login ke kristen. Jika tidak mau, konsekuensinya adalah dipinggirkan atau dibunuh. European Dark Age ini mencakup sekitar tahun 500 sampai 1000, dimulai sejak runtuhnya kerajaan Romawi dan diakhiri sejak mulainya Renaissance.
Dunia Islam sedang berada di puncaknya ketika Eropa mengalami kemunduran. Masa keemasan Islam dimulai pada abad ke-8 sampai abad ke-13 di bawah Dinasti Abbasiyah. Mereka memindahkan ibukotanya ke Baghdad pada tahun 762, dibangun sebagai pusat intelektual dan politik. Disinilah titik mulanya zaman keemasan. Di Baghdad, Khalifah Al-Mansur mendirikan Baitul Hikmah, perpustakaan besar yang digunakan sebagai tempat belajar.
Khalifah Al-Harun adalah orang yang cinta terhadap pengetahuan, sehingga ia bersedia mengucurkan uang negara untuk mendorong aktivitas keilmuan, kegiatan kultural, kesenian, dan sebagainya. Kekhalifahan dilanjutkan oleh anaknya, Al-Ma’mun. Di bawah kepemimpinan beliau, Baitul Hikmah menjadi perpustakaan terbesar di dunia. Tidak hanya menjadi sekedar perpustakaan saja, melainkan juga jadi tempat yang multifungsi, diantaranya:
- Penerjemahan karya, diantaranya ada translasi Al-Qur’an dan Hadis ke berbagai macam bahasa, lalu juga menerjemahkan karya klasik Yunani Kuno, teks-teks Persia dan Sanskrit ke Bahasa Arab. Khalifah Al-Ma’mun sangat berinvestasi pada penerjemahan, bahkan para penerjemah itu dibayar dengan emas seberat manuskrip yang mereka terjemahkan.
Hunayn bin Ishaq adalah salah satu cendekiawan sekaligus penerjemah utama di Baghdad. Ia telah menerjemahkan teks-teks Yunani Kuno seperti Aristotle, Plato, Hippocrates, Euclid, Ptolemy, dan Archimedes ke dalam Bahasa Arab. Dikabarkan bahwa karya-karya Aristotle tidak akan bertahan sampai saat ini jika tidak diterjemahkan ke Bahasa Arab pada saat itu. Mereka juga menuliskan tafsiran dan komentar mengenai terjemahan tersebut.
- Observatorium, Al-Ma’mun mendirikan observatorium di Baghdad dan Damaskus. Ini membuat bidang ilmu astronomi berkembang pesat pada saat itu.
- Universitas dan institusi riset
- Majlis debat dimana ilmuwan dari seluruh disiplin ilmu berkumpul di satu tempat untuk berdiskusi dan berdebat. Al-Ma’mun sendiri juga berpartisipasi.
Beberapa figur penting
- Al-Khwarizmi (780-850)—Bapak dari aljabar. “Algorithm” adalah bentuk latin yang “corrupted” dari namanya.
- Ibnu Sina / Avicenna (980-1037)—Filsuf, dokter, ia menulis lebih dari 450 karya.
- Al-Biruni (973-1048)—orang yang menghitung keliling lingkaran bumi dengan akurat, dan bumi berputar pada porosnya.
- Ibnu Al-Haytam (965-1040)—experimental scientist dan bapaknya optik.
- Ibnu Rusyd / Averroes (1126-1198)—komentator Aristotle. Karyanya Ibnu Rusyd ini mengenalkan kembali Aristotle pada Eropa.
- Al-Zahrawi (936-1013)—bapak daripada operasi.
- Omar Khayyam (1048-1131)—matematikawan dan astronom, ia mengembangkan kalender matahari yang lebih akurat dari kalender Gregorian yang dipakai pada saat ini. Gregorian calendar itu adalah kalender matahari yang terdiri dari 365 hari dan loncat setiap 4 tahun. Omar Khayyam mengenalkan Jalali calendar yang lebih precise, yaitu satu tahun adalah 365.24219858156 hari.
Downfall
Pada tahun 1258, pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan (cucu Genghis Khan) menginvasi Baghdad dan merusak segalanya. Baitul Hikmah dihancurkan, buku-buku dibuang ke sungai. Sebenernya ga cuma karena pasukan Mongol aja, tapi Dinasti Abbasiyah memang sudah declining sejak beberapa saat sebelumnya.