Mikroekonomi Klasik: Biaya Produksi
Secara definisi, mikroekonomi fokus kepada individu dan entitas yang lebih kecil, sedangkan makroekonomi fokus pada perekonomian yang lebih besar seperti inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi.
Biaya produksi adalah sumber daya yang harus dikorbankan untuk mengolah input (e.g. tepung, telur) menjadi output (kue, makanan).
Nah biaya ini ada banyak tipenya:
1. Fixed Cost (FC)
Fixed cost adalah biaya yang dikeluarkan mau ada produksi ataupun enggak, Naiknya jumlah output tidak membuat naiknya fixed cost. Contohnya, biaya sewa pabrik, pembelian mesin, infrastruktur, atau oven.
2. Variable Cost (VC)
Variable cost adalah biaya yang berubah sesuai jumlah output. Contohnya, kalo bikin kue itu ada biaya tepung, telur, gula. Semakin banyak kue yang diproduksi, semakin banyak juga tepung yang dibutuhkan.
3. Total Cost (TC)
Total cost adalah TC = FC + VC.
4. Average Cost (AC)
“Sebenernya biaya per unit barang yang lo jual itu berapa sih?”
Cara ngitungnya adalah menggunakan average cost. Rumusnya adalah AC = AFC + AVC dimana:
Average Fixed Cost (AFC) = FC / Q
Average Variable Cost (AVC) = VC / Q
Q = jumlah output
Contohnya, kita sewa ruko seharga 5 juta sementara output yang dihasilkan ada 10 kue. Artinya, setiap kue biayanya kena 500 ribu! Itu baru menghitung fixed costnya aja, belum ditambah variable cost.
5. Marginal Cost (MC)
Marginal Cost adalah biaya untuk memproduksi output terakhir. MC = ΔTC/ΔQ atau MC = ΔVC/ΔQ jika tidak mempertimbangkan biaya fixed cost (misal oven masih ada). Misalnya, kita udah produksi 100 kue, biaya produksi kue ke-101 bisa dihitung dengan marginal cost.
Source: buku Prinsipil Ekonomi oleh Ferry Irwandi