Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz adalah pemimpin Bani Umayyah yang sangat adil. Saking adil dan damainya, Umar kesulitan mencari orang yang berhak menerima zakat (semua orang tercukupi). Tidak ada perpecahan atau bentrok satu sama lain. Orang-orang yang koruptor semuanya dihukum dan harta korupsinya dikembalikan ke negara.
Umar bin Khattab pernah bermimpi, bahwa suatu saat nanti akan ada keturunannya yang menjadi pemimpin keadilan setelah suatu negara itu dipenuhi dengan kedzoliman. Sosok anak muda tersebut memiliki luka di keningnya. Pada suatu saat, ayahnya yang bernama Abdul Aziz bin Marwan itu menemukan anaknya, Umar, mendapatkan luka di keningnya karena ditendang kuda jantan. Ayahnya terkejut namun kemudian tersenyum sambil mengobati lukanya Umar. Beliau merasa bahwa mimpi Umar bin Khattab akan terkabul.
Awal kekhalifahan
Sulaiman bin Abdul Aziz, yang kala itu masih memimpin Bani Umayyah, dalam keadaan sakit bertanya kepada penasihatnya tentang siapa yang akan menggantikannya menjadi raja. Dawud bin Sulaiman (anaknya)? Tidak, dia berada di Konstantinopel. Yazid bin Abdul Malik (saudaranya)? Tidak, beliau dianggap belum siap. “Bagaimana dengan Umar bin Abdul Aziz?” tanya penasehatnya. Sulaiman mengatakan dialah orang yang utama, tapi akan memicu perpecahan karena tidak mengangkat dari anaknya Abdul Malik. Akhirnya, Sulaiman bin Abdul Malik memutuskan Umar menjadi penerusnya, dan Yazid bin Abdul Malik menjadi penerus Umar.
Anti koruptor
Umar dikenal sebagai orang yang keras terhadap siapapun yang menyelewengkan uang negara. Zero tolerance. Pejabat korup langsung dipecat. Pejabat yang jabatannya hasil nepotisme dipecat.
Para bangsawan yang biasanya mendapatkan tunjangan dan gaji dari kas negara dan upeti dari rakyat. Mereka menganggap itu sudah menjadi tradisi. Tapi, Umar bin Abdul Aziz menghapus itu semua dengan tiba-tiba. Setelah itu, umar memberi tahu bahwa gajinya hanya 60 dirham per bulan. Akhirnya bangsawan/pejabat itu kembali dengan rasa kecewa.
Tidak ada orang yang kebal hukum pada masa Umar. Ada orang yang dulunya dianggap kebal hukum dan suka memeras rakyatnya ditantang ke pengadilan oleh Umar. Tapi orang itu menolak. “Cukup kepalanya aja yang dibawa ke pengadilan.” kata umar. Orang itu takut dan akhirnya mengembalikan semua harta kekayaan milik rakyat yang ia rampas.
Khalifah yang zuhud
Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai khalifah yang tidak memandang kehidupan dunia sebagai sesuatu yang istimewa. Di dunia, ia hanya menjalankan tugasnya sebagai pemimpin yang adil dan mementingkan rakyatnya. Ia tidak terlena atau tertarik pada kemewahan. Bahkan dikatakan ia pernah telat sholat jumat karena pakaian satu-satunya sedang dicuci dan dikeringkan.
Optimalisasi pajak
Ia memastikan zakat disalurkan kepada orang yang tepat. Hasilnya sangat efektif, sampe petugas pajak kesusahan nyari mestahik zakat karena kesejahteraan merata.
Ia menghapus berbagai bea cukai dan pungutan liar di perbatasan wilayah yang menghambat distribusi barang. Ia juga melarang monopoli yang dapat berakibat harga barang naik secara sepihak.
Kematian Umar
Umar mati dibunuh karena makanannya diracuni. Seorang pelayan diancam untuk meracuni makanan Umar, jika ia sukses maka akan mendapatkan 1000 dirham, tetapi jika menolak ia akan dibunuh. Setelah Umar memakan makanan yang diracuni itu, Umar jatuh sakit selama kurang lebih 20 hari. Ketika Umar sakit dan sekarat, peracun itu menjenguk Umar. “Aku sudah tahu bahwa kau yang meracuni makananku, dan engkau sudah aku maafkan. Ambillah dirham itu untuk keluargamu dan pergilah jauh-jauh dari sini” bisik Umar kepada orang itu.